Panduan Mengembangkan Investasi Properti di Masa Kini

investasi properti

Properti merupakan salah satu instrumen investasi yang menawarkan keuntungan besar pada jangka menengah hingga jangka panjang. Namun, investasi properti memerlukan modal awal yang cukup besar. Biasanya, ketiadaan modal menjadi kendala bagi sebagian orang untuk memulai berinvestasi di bidang properti.

Keunggulan berinvestasi di bidang properti adalah risikonya yang cenderung lebih kecil. Pasalnya, nilai investasi akan bertambah seiring pertambahan waktu. Bisa dipastikan harga tanah atau bangunan selalu naik atau lebih mahal jika dibandingkan dengan harga saat dibeli.

Apa Itu Investasi Properti

pengertian investasi properti

Pengertian investasi properti berkaitan dengan proses pembelian, penyewaan, kepemilikan, penjualan, maupun pengelolaan properti untuk mendapatkan keuntungan. Pada umumnya, keuntungan dari investasi properti berasal dari penyewaan dan penjualan kembali.

Sebuah properti yang menjadi aset investasi bisa dimiliki oleh perorangan, kelompok, atau perusahaan. Pengelolaan properti sebagai aset tidak terlalu membutuhkan banyak upaya. Contoh investasi properti adalah tanah. Jika kamu membeli tanah sebagai investasi, nilainya akan bertambah dalam beberapa tahun ke depan tanpa perlu melakukan apa pun.

Jenis Investasi Properti

jenis investasi properti

Ada beberapa jenis investasi properti yang dinilai cukup menguntungkan. Jenis properti ini dibedakan berdasarkan fungsinya. Berikut di antaranya:

1. Properti Kantor

Properti perkantoran bisa dibilang menghasilkan keuntungan investasi yang sangat tinggi. Pertama, karena perkantoran merupakan area komersial yang dimanfaatkan untuk menghasilkan keuntungan. Biasanya, area perkantoran dibangun di lokasi strategis. Tak heran jika banyak orang yang mengincarnya meskipun nilainya sangat tinggi.

Alasan kedua, perkantoran adalah properti yang sangat dibutuhkan. Ketika sebuah usaha didirikan, dibutuhkan ruang kantor untuk mendukung operasional pekerjaan. Jika usaha tersebut makin berkembang, ruangan yang dibutuhkan pun akan makin luas. Jadi, perkembangan usaha berkaitan erat dengan nilai propertinya kelak.

2. Properti Untuk Ritel dan Perdagangan

Ritel dan perdagangan membutuhkan lokasi khusus untuk menyelenggarakan aktivitasnya. Contohnya adalah pusat perbelanjaan dan ruko. Nilai properti untuk ritel berkaitan dengan kondisi di sekitarnya, di antaranya akses menuju ke lokasi, tingkat kepadatan penduduk, tingkat pendapatan penduduk, dan sebagainya.

Nilai investasi untuk properti ritel dan perdagangan terbilang cukup mahal. Keuntungan lain, tingkat pengembalian yang didapatkan jauh lebih stabil dibandingkan perkantoran biasa. Penyewa properti ritel dan perdagangan biasanya bertahan lebih lama dibandingkan penyewa kantoran.

3. Properti untuk Industri

Jenis investasi properti lain adalah untuk industri. Ada berbagai macam jenis industri yang membutuhkan tanah atau bangunan guna melaksanakan proses produksi hingga penjualan. Sebut saja, properti untuk gudang, pembuatan dan pengembangan produk, penelitian, dan sebagainya.

4. Properti untuk Hunian

Jenis yang paling umum adalah investasi properti untuk hunian. Jika memiliki properti berupa rumah tinggal, kamu bisa menyewakannya. Jenis investasi ini memang butuh perawatan yang cukup besar sekaligus fasilitas yang memadai untuk orang yang akan menyewanya.

Cara Memulai Investasi Properti

contoh investasi properti

Untuk memulai berinvestasi pada properti, dibutuhkan perencanaan yang matang. Selain itu, perlu dipikirkan pula sumber modal dan pengelolaannya sehingga investasi ini menghasilkan keuntungan.

Nah, langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah mempersiapkan modal. Modal untuk investasi sebaiknya berbeda dengan uang untuk operasional sehari-hari. Khusus investasi properti, modal yang dibutuhkan terbilang besar. Karena itu, kamu mungkin butuh waktu lama untuk mengumpulkannya. Namun, sebagian properti bisa dibeli dengan cara kredit sehingga memudahkan pembeli.

Selanjutnya, kamu perlu mempertimbangkan jenis properti yang akan dicoba. Pertimbangkan hal ini berdasarkan anggaran investasi yang dimiliki. Setelah itu, mulailah untuk mencari lokasi properti yang menguntungkan jika dijadikan sebagai investasi.

Saat akan memulai investasi, kamu harus mencermati harganya terlebih dahulu. Ada properti yang ditawarkan dengan harga bagus karena penjualnya membutuhkan dana mendesak. Jika dijual kembali beberapa waktu setelahnya, kamu akan mendapatkan laba yang tidak sedikit.

Risiko Investasi Properti

investasi properti murah

Setiap investasi pasti memiliki risiko, ada yang besar dan ada yang kecil. Risiko investasi properti antara lain sebagai berikut:

1. Tidak Likuid

Meskipun berbentuk aset nyata, properti bukan investasi yang mudah dicairkan. Selain karena harganya cukup tinggi, jual beli properti butuh proses yang cukup panjang. Artinya, jika kamu membutuhkan dana cepat, properti tidak bisa langsung dijual dengan harga yang bagus.

2. Butuh Biaya Perawatan

Risiko investasi properti adalah membutuhkan biaya perawatan yang rutin agar kondisinya tetap terjaga. Properti berupa tanah biasanya membutuhkan biaya keamanan. Namun, hal ini bisa disiasati dengan menyewakan properti kepada orang lain sehingga mendapatkan pemasukan untuk membayar biaya tersebut.

3. Harga Jual Tergantung Lokasi

Saat berinvestasi di bidang properti, kamu perlu jeli melihat lokasi yang strategis. Bukan hanya lokasi yang ramai, tetapi juga yang berpotensi berkembang pada beberapa waktu ke depan. Jika tidak, ada risiko berupa nilai jual properti yang tidak terlalu tinggi.

Keuntungan Investasi Properti

investasi properti online

Apa alasan untuk menginvestasikan uang pada properti? Yuk, simak beberapa hal berikut ini:

1. Nilai Selalu Naik

Saat berinvestasi, salah satu hal yang selalu dipertimbangkan investor adalah nilainya pada jangka panjang. Khusus untuk properti, nilainya hampir selalu naik setiap tahun. Makin lama, harga properti pun makin mahal.

2. Keuntungan Ganda

Properti menawarkan keuntungan ganda bagi investor. Keuntungan tersebut dapat berasal dari penyewaan sekaligus penjualan. Jadi, selama memiliki properti, kamu bisa mendapatkan dana likuid.

3. Terbilang Aman

Investasi properti terbilang memiliki risiko aman, berbeda halnya jika kamu berinvestasi di saham. Risiko kerugian bisa ditekan asal perencanaannya matang. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah legalitas properti dan pengelolaan yang baik sehingga proses penjualannya pun tak bermasalah.

Nah, inilah seluk-beluk seputar investasi properti yang perlu kamu ketahui. Jika ingin memulai investasi properti di masa pandemi, tak perlu ragu. Ada banyak kesempatan yang tersedia, khususnya karena daya beli terhadap properti tak setinggi biasanya. Inilah saatnya untuk memulai investasi properti sekarang.

Panduan Mengembangkan Investasi Properti di Masa Kini

mall di kabupaten tangerang